Photographer

Kembali Menjadi Skeptis

Added on by Ridzki Noviansyah.

Akhirnya setelah 15 tahun saya memilih menjadi seorang golongan putih, saya akhirnya turun tangan mengikuti pemilihan presiden 9 Juli kemarin. Banyak sekali alasan yang bisa saya utarakan kenapa saya mengikutinya namun yang paling utama adalah karena saya tidak menginginkan pengorbanan 16 tahun yang lalu menjadi sia-sia. Menurut saya reformasi harus lepas landas, dan kita tidak lagi dapat menggantungkan diri kepada kekuatan-kekuatan lama yang memang sudah bercokol. Sialnya salah satu kekuatan lama itu melekat di diri salah satu calon presiden yang semakin lama menjadi semakin kuat.

Malam ini akhirnya perjuangan orang-orang yang mungkin sepemikiran dengan saya mencapai puncaknya, KPU sudah menentukan siapakah pemenang dalam pemilihan presiden kali ini, yang jika tidak ada rintangan maka Joko Widodo akan dilantik sebagai presiden terpilih pada Oktober mendatang. 

Malam ini pula saya merasa saya harus kembali menjadi seorang yang skeptis, dan ini bukan karena saya menyesal. 

Saya skeptis karena saya dididik untuk menjadi seperti itu, saya hanya bisa percaya dengan melihat bukti-bukti dan fakta-fakta yang bisa dikonfirmasi untuk membuat saya percaya. Sekarang, Joko Widodo harus membuktikannya kepada Republik ini bahwa dia pantas untuk terpilih dan untuk bekerja sebagai Presiden. 

Skeptisisme menurut saya juga adalah sebuah cara untuk mengontrol pemerintahan. Dengan menjadi skeptis  saya menahan diri untuk tidak menjadi terbutakan dengan segala kata-kata atau manifesto yang sudah dikeluarkan. Lebih lanjut skeptisisme adalah awal mula untuk memastikan bahwa Pemerintah tetap berada pada jalurnya, menjalankan kewajibannya dan tentu saja memenuhi setiap hak warga negara ini tanpa terkecuali.  

Karena kontrol atas pemerintahan tentu saja tidak hanya berada pada tangan trias politica, tetapi juga pada rakyat yang telah memberi mereka mandat. Terutama setelah adanya beberapa kebijakan-kebijakan pemerintahan terbuka sekarang ini, dan Ini adalah bentuk paling sederhana dalam kehidupan berpolitik dalam keseharian kita. Tetapi tentu saja, seperti halnya apapun di dunia ini, skeptitisme perlu diberi porsi yang cukup, rakyat tidak hanya harus mempertanyakan tetapi juga harus mempelajari dan terus belajar mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah mereka. 

Selamat untuk Joko Widodo dan Jusuf Kalla, kami mengawasimu dari sekarang.